Minggu, 11 Juni 2017

Array

A.    ARRAY
Array adalah suatu tipe data terstrukture yang berupa sejumlah data sejenis (bertipe data sama) yang  jumlahnya tetap dan diberi suatu nama tertentu.
1. Deklarasi
tipe_data nama_var_array [ukuran];
tipe_data                 : menyatakan jenis tipe data elemen larik (int, char, float, dll)
nama_var_array : menyatakan nama variabel yang dipakai.
ukuran                     : menunjukkan jumlah maksimal elemen larik.
Contoh :
Int nilai[6];
2. Inisialisasi
Menginisialisasi array sama dengan memberikan nilai awal array pada saat didefinisikan.
int nilai[6] = {8,7,5,6,4,3};
Contoh diatas berarti berarti anda memesan tempat di memori komputer sebanyak 6 tempat
dengan indeks dari 0-5, dimana indeks ke-0 bernilai 8, ke-1 bernilai 7, dst, dan dimana semua elemennya bertipe data integer.
3. Pengaksesan
nama_var_array [indeks];
Pengisian dan pengambilan nilai pada indeks tertentu dapat dilakukan dengan mengeset nilai atau menampilkan nilai pada indeks yang dimaksud. Pengaksesan elemen array dapat dilakukan berurutan atau random berdasarkan indeks tertentu secara langsung.
B.     MACAM-MACAM ARRAY
1. Array Satu Dimensi
array satu dimensi adalah kumpulan elemen-elemen identik yang tersusun dalam satu baris. elemen-elemen tersebut memiliki tepe data yang sama, tetapi isi dari elemen tersebut boleh berbeda.
Elemen Ke-
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Nilai
23
34
32
12
25
14
23
12
11
10
Bentuk Umum :
<tipe data>NamaArray[n] = {elemen0, elemen1, ….., n};
dimana n = jumlah elemen
2. Array Dua Dimensi
array dua dimensi sering digambarkan sebagai sebuah matriks, merupakan perluasan dari array  satu  dimensi.  Jika array  satu dimensi  hanya  terdiri  dari  sebuah  baris  dan beberapa  kolom  elemen,  maka  array  dua  dimensi  terdiri  dari  beberapa  baris  dan beberapa  kolom  elemen  yang  bertipe  sama  sehingga  dapat  digambarkan  sebagai berikut:
0
1
2
3
4
5
6
0
10
21
23
43
45
78
65
1
45
43
65
12
21
12
21
2
32
34
23
56
54
34
45
3
11
12
32
23
56
76
45
Bentuk umum:
<tipe data> NamaArray [m][n];
Atau
<tipe data> NamaArray [m][n] = { {a,b,..z},{1,2,…,n-1} };
Contoh :
double matrix[4][4];
bool papan[2][2] = { {true,false},{true,false} };
Pendeklarasian  array  dua  dimensi  hampir  sama  dengan  pendeklarasian  array  satu dimensi, kecuali bahwa array dua dimensi terdapat dua jumlah elemen yang terdapat di dalam kurung siku dan keduanya boleh tidak sama.
Elemen array dua dimensi diakses dengan menuliskan kedua indeks elemennya dalam kurung siku seperti pada contoh berikut:
//papan nama memiliki 2 baris dan 5 kolom
bool papan[2][5];
papan[0][0] = true;
papan[ 0][4] = false;
papan[ 1][2] = true;
papan[1][4] = false;
C.    CONTOH PROGRAM :
Contoh 1 :
for(i=0;i<10;i++)
{
if(x[i]==bil)
{
ketemu = true;
cout<<“Bilangan DItemukan di elemen : “<<i<<endl;
jumlah++;
}
}
if (ketemu)
{
cout<<“Jumlah data : “<<jumlah;
}
else
{
cout<<“Bilangan tersebut tidak ditemukan”;
}
{
if(x[i]<min)
{
min=x[i];
}
}
cout<<“Nilai maksimum : “<<maks<<endl;
cout<<“NIlai minimum : “<<min<<endl;

Pengalamatan IP

IP ADDRES
1.PENGANTAR
IP (Internet Protocol) Address merupakan alamat yang diberikan kepada komputer-komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. IP Address terdiri dari dua bagian, yaitu: Network ID dan Host ID. Network ID menentukan alamat dalam jaringan (network address) sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan yang sifatnya unik untuk membedakan antara satu mesin dengan mesin yang lain. Dimisalkan sebuah rumah, Network ID seperti alamat rumah dan Host ID seperti nomor rumah.
Berdasarkan perkembangannya IP Address dibagi menjadi dua jenis:
– IPv4 (Internet Protocol versi 4) merupakan IP Address yang terdiri dari 32 bit yang dibagi menjadi 4 segmen berukuran 8 bit.
– IPv6 (Internet Protocol versi 6) merupakan IP Address yang terdiri dari 128 bit yang digunakan untuk mengatasi permintaan IP Address yang semakin  meningkat.
IP Address terdiri dari 32 bit angka biner yang dituliskan dalam bentuk empat kelompok masing-masing kelompok terdiri dari delapan (oktaf) bit dipisahkan oleh tanda titik.
contoh : 11000000.101010000.00000000.01100100
IP Address dapat juga ditulis dalam bentuk angka desimal dalam empat kelompok, dari angka 0-255.
contoh : 192.168.0.100
2.Kelas IP
IP Address dibedakan menjadi 3 kelas, yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C. Tujuan dibedakannya kelas IP adalah untuk menentukan jumlah komputer yang bisa terhubung dalam sebuah jaringan.
Kelas A
Terdiri dari 8 bit pertama digunakan untuk Network ID, dan 24 bit berikutnya merupakan Host ID. IP kelas A terdapat 126 Network, yakni dari nomor 1.xxx.xxx.xxx sampai dengan 126.xxx.xxx.xxx (xxx merupakan variable yang nilainya dari 0 sampai dengan 225).
– Format IP kelas A
0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
(N = Network ID, H = Host ID)
– Bit pertama nilainya 0
– Network ID adalah 8 bit dan Host ID adalah 24 bit
– Bit pertama diisi antara 0 sampai dengan 127
– Range IP antara 1.xxx.xxx.xxx – 126.xxx.xxx.xxx
– Jumlah Network adalah 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
– Jumlah Host adalah 16.777.214
– Contoh IP Address 10.11.22.33 maka Network ID adalah 10 dan Host ID adalah 11.22.33
Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 11.22.33 pada jaringan 10.
Kelas B
Terdiri dari 16 bit pertama digunakan untuk Network ID, dan 16 bit berikutnya merupakan Host ID. IP kelas B terdapat 16.384 Network, yakni dari nomor 128.0.xxx.xxx sampai dengan 191.255.xxx.xxx (xxx merupakan variable yang nilainya dari 0 sampai dengan 255).
– Format IP kelas B
10NNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHHH
(N = Network ID, H = Host ID)
– Bit pertama nilainya 10
– Network ID adalah 16 bit dan Host ID adalah 16 bit
– Bit pertama diisi antara 128 sampai dengan 191
– Range IP antara 128.0.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx
– Jumlah Network adalah 16.384 (64 x 256)
– Jumlah Host adalah 65.532
– Contoh IP Address 130.1.2.3 maka Network ID adalah 130.1 dan Host ID adalah 2.3
Jadi IP di atas mempunyai Host dengan nomor 2.3 pada jaringan 130.1
Kelas C
Terdiri dari 24 bit pertama digunakan untuk Network ID, dan 8 bit berikutnya merupakan Host ID. IP Kelas C terdapat 2.097.152 Network, yakni dari nomor 192.0.0xxx sampai dengan 223.255.255.xxx (xxx merupakan variable yang nilainya dari 0 sampai dengan 255).
– Format IP kelas C
110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH
(N = Network ID, H = Host ID)
– Bit pertama nilainya 110
– Network ID adalah 24 bit dan Host ID adalah 8 bit
– Bit pertama diisi antara 192 sampai dengan 223
– Range IP antara 192.0.0.xxx – 233.255.255.xxx
– Jumlah Network adalah 2.097.152 (32 x 256 x 256)
– Jumlah Host adalah 254
– Contoh IP Address 192.168.0.100 maka Network ID adalah 192.168.0 dan Host ID adalah 100
Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 100 pada jaringan 192.168.0
3. IP Address Private
IP Address Private merupakan alamat-alamat IP yang disediakan untuk digunakan pada jaringan local (LAN). IP Address Private digunakan untuk komunikasi pada jaringan yang tidak langsung dengan internet.
– IP Address Private Kelas A memiliki Range IP Address antara 10.0.0.1 – 10.255.255.254
– IP Address Private Kelas B memiliki Range IP Address antara 172.16.0.1 – 172.31.255.254
– IP Address Private Kelas C memiliki Range IP Address antara 192.168.0.1 – 192.168.255.254
4.IP Address Public
IP Address Public merupakan alamat-alamat IP yang disediakan untuk digunakan pada jaringan internet.
IP jenis ini :
a. Harus daftarkan ke ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) atau InterNIC.
b. Ada biaya registrasinya.
IP Address Public banyak digunakan pada webserver, e-mail server dan gateway/proxy server.
Konfigurasi IP Address
1.Langkah-Langkah Konfigurasi IP Address
Konfigurasi IP Address di Windows 7
1. Klik kanan MY NETWORK PLACE di desktop > PROPERTIES
2. Klik kanan LOCAL AREA CONNECTIONS > PROPERTIES
3. Klik ganda pada INTERNET PROTOCOL (TCP/IP)
atau klik INTERNET PROTOCOL (TCP/IP) > pilih PROPERTIES
4. Selanjutnya, klik pada USE THE FOLLOWWING IP ADDRESS, kemudian :
> Isilah IP Address pada kolom IP Address
> Isilah Subnetmask nya.
Saat mouse kita klik ke kolom subnetmask maka akan
terisi secara otomatis sesuai dengan kelas dari IP Address
(Windows 2000 Server, Windows XP, Windows 2003 Server).
5. Selanjutkan klik OK > OK
Maka IP Address komputer kita sudah tersetting, untuk mengetahui apakah kita telah benar melakukan prosedur ini, lakukan pengujian untuk melihat IP Address komputer. Lihat di Command untuk IP Address.
2.Melihat IP Address Komputer
IPCONFIG
Kadangkala kita belum mengetahui berapa nomor IP Address komputer yang sedang kita gunakan.
Berikut adalah langkah-langkah untuk MENGETAHUI IP ADDRESS KOMPUTER.
1. Klik START > RUN > ketik COMMAND atau CMD (Win XP) > enter
2. Akan tampil layar Command Prompt > ketik IPCONFIG /all > enter
3. Maka akan tampil informasi mengenai IP Address komputer yang sedang dipakai.
3.Melihat Koneksi Jaringan
PING (Packet Internet Gropher)
Bagaimana caranya untuk mengetahui apakah koneksi jaringa kita ke komputer lainnya dalam kondisi bagus ?
Berikut adalah langkah-langkah untuk mengetahui kualitas jaringan komputer kita.
1. Klik START > RUN > ketik COMMAND atau CMD (Win XP) > enter
2. Akan tampil layar Command Prompt > ketik PING ipaddress_tujuan > enter
3. Maka akan tampil informasi mengenai koneksi komputer kita ke komputer tujuan.

Ini adalah kemungkinan-kemungkinan hasil command PING :
1. “Refly from ip_tujuan: bytes=32 time<1ms TTL=64” dan 0% loss
=> artinya koneksi komputer kita ke komputer ip_tujuan bagus
2. “Request timed out” atau “Destination host unreacheble”
=> artinya tidak adanya koneksi ke komputer ip_tujuan bisa karena tidak satu kelas dan satu network ID atau kabel tidak terpasang
4.Konfigurasi IP Address
CASE 1 – IP Address dengan Class sama, Network ID berbeda
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok akan mengkonfigurasi IP Address komputernya dengan konfigurasi sebagai berikut :
Kelompok 1 : IP Address Class C : 192.168.1.x subnetmask 255.255.255.0
Kelompok 2 : IP Address Class C : 192.168.2.x subnetmask 255.255.255.0
Kelompok 3 : IP Address Class C : 192.168.3.x subnetmask 255.255.255.0
Kemudian lakukan pengujian koneksi jaringan dengan perintah PING ke IP tujuan.
Bagaimana hasilnya ?
CASE 2 – IP Address dengan Class berbeda
Masing-masing kelompok melakukan konfigurasi IP Address komputer sebagai berikut :
Kelompok 1 : IP Address Class A : 10.x.x.x subnetmask 255.0.0.0
Kelompok 2 : IP Address Class B : 172.16.x.x subnetmask 255.255.0.0
Kelompok 3 : IP Address Class C : 192.168.1.x subnetmask 255.255.255.0
Kemudian lakukan pengujian koneksi jaringan dengan perintah PING ke IP tujuan.
Bagaimana hasilnya ?
CASE 3 – IP Address dengan Class sama, Network ID sama
Masing-masing kelompok melakukan konfigurasi IP Address komputer sebagai berikut :
Kelompok 1 : IP Address Class C : 192.168.1.1 subnetmask 255.255.255.0
Kelompok 2 : IP Address Class C : 192.168.1.2 subnetmask 255.255.255.0
Kelompok 3 : IP Address Class C : 192.168.1.3 subnetmask 255.255.255.0

Sharing Printer

Semua komputer sudah terkoneksi dalam satu jaringan baik LAN kabel atau WiFi LAN atau gabungan keduanya.
  • Ada satu komputer yang digunakan sebagai Master (OPERATOR) yang terhubung langsung dengan printer yang dishare. Komputer Master harus dihidupkan setiap komputer lain (CLIENT) akan menggunakan printer. Pastikan driver printer sudah terinstall dengan baik pada komputer Master (Operator)

Beberapa langkah yang harus dilakukan :
1. Pengaturan pada Semua Komputer
Semua komputer harus memiliki workgroup yang sama. Untuk setting workgroup dapat dilakukan dengan cara, Masuk ke Control Panel –> System, pilih Tab Computer Name, isi computer name. Sesuaikan nama komputer dengan posisi komputer sebagai Client atau Operator. Selanjutnya isikan Workgroup yang sama untuk semua komputer.
2. Pengaturan pada Komputer Operator
Masuk Control Panel –> Devices and Printer –> Klik kanan –> pilih Printer Properties –> Centang Share this Printer –> OK
Kemudian klik ICON LAN Connection yang ada di Pojok kanan Bawah pada layar monitor :
Klik Open Network and Sharing Center dan akan keluar jendela Network and Sharing Center. Kemudian Klik Change Advance Sharing Setting
Selanjutnya pada jendela Advance sharing setting silahkan lakukan Centang bulatan dengan pilihan :
Turn on network discovery
Turn on file and printer sharing
Turn off password protection
Yang lainnya tetap Turn off
Jangan Lupa Klik Save Change
Pada kondisi seperti ini posisi printer sudah dalam keadaan share dan sudah siap dilakukan koneksi oleh komputer lain yang ingin menggunakan printer pada komputer Master.
3. Pengaturan pada Komputer Client
Klik ICON LAN Connection yang ada di Pojok kanan Bawah pada layar monitor
Klik Open Network and Sharing Center dan akan keluar jendela Network and Sharing Center.
Kemudian Klik Change Advance Sharing Setting yang ada dibagian kiri atas.
Lakukan Centang bulatan pada bagian Turn on network discovery –> Klik Save Change.
Setelah itu kita siap lakukan koneksi printer dengan cara Klik Start — > Devices and Printer –> kemudian lakukan Klik Kanan dan pilih Ad a Printer.
Pilih Ad a Network, wireless and Bluetooth Printer, saat itu juga komputer akan melakukan Searching Printer dan apabila berhasil akan muncul seperti di bawah ini :
Klik Next  –> Klik Next –> Next –> Klik Finish.
Kalau langkah Searching di atas gagal, dapat dilakukan secara manual melalui fasilitas Browse dan anda akan dituntun menuju ke Network dan tinggal dipilih Computer Name Master yang terpasang printer. Untuk memastikan keberhasilan cara sharing printer pada windows 7 anda dapat Klik Test Print Page sebelum Klik Finish.

Rabu, 14 Desember 2016

Memahami Perangkat Keras Jaringan Komputer

Pada dasarnya perangkat keras jaringan komputer memiliki hubungan yang sangat erat dengan jaringan komputer. Sederhananya, perangkat keras jaringan komputer merupakan salah satu faktor utama yang menjadi dasar dari terciptanya sebuah jaringan komputer itu sendiri.
Dengan adanya pembahasan ini, kami harap Anda dapat memahami apa itu definisi perangkat keras jaringan komputer secara lebih mendalam. Serta di saat yang sama juga dapat mengetahui apa saja fungsi dari perangkat keras jaringan komputer terhadap kehidupan manusia modern saat ini.

PENGERTIAN PERANGKAT KERAS JARINGAN KOMPUTER MENURUT PARA AHLI

Gambar-Pengertian-Perangkat-Keras-Jaringan-Komputer-Menurut-Para-Ahli
Sebelum kita mengulas pengertian perangkat keras jaringan komputer lebih jauh, ada baiknya jika kita lihat dulu bagaimana pendapat para ahli yang sudah melakukan segenap penelitian mendalam terhadap perangkas keras dalam jaringan komputer.
Berikut ini beberapa pengertian perangkat keras jaringan komputer menurut para ahli :
  • Perangkat keras jaringan komputer adalah alat-alat yang digunakan untuk menghubungkan komputer ke komputer lainnya dalam jaringan untuk tujuan berbagi data, berbagi informasi dan juga berbagi peripheral dalam jaringan.
  • Perangkat keras jaringan komputer merupakan sekumpulan perangkat yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih komputer dalam jaringan komputer agar setiap komputer yang terhubung dapat saling berbagi informasi dan fungsi.
  • Pengertian perangkat keras jaringan komputer adalah beberapa perangkat penting yang harus digunakan untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya.
  • Perangkat keras dalam jaringan komputer merupakan peralatan-peralatan yang digunakan untuk menghubungkan komputer dengan sebuah jaringan komputer.
  • Perangkat keras jaringan komputer merupakan peralatan yang digunakan untuk keperluan jaringan komputer, dimana tiap-tiap peralatan tersebut mempunyai fungsi dan tugas yang berbeda-beda.

PENGERTIAN PERANGKAT KERAS JARINGAN KOMPUTER SECARA UMUM

Gambar-Pengertian-Perangkat-Keras-Jaringan-Komputer-Secara-Umum
Dengan berbekal beberapa pengertian perangkat keras jaringan komputer yang telah dikemukakan oleh para ahli di atas, bisa kita tarik kesimpulan yang kurang-lebih adalah sebagai berikut :
Pengertian perangkat keras jaringan komputer secara umum yaitu : Sekumpulan alat berupa perangkat keras yang memiliki fungsi dan tugas berbeda-beda, yang mana digunakan sebagai media untuk menghubungkan beberapa komputer sekaligus demi keperluan jaringan komputer. Lalu dengan adanya koneksi yang terbentuk antara satu komputer dengan komputer lainnya maka memungkinkan terjadinya beberapa proses seperti berbagi data, berbagi informasi, berbagi sumber daya (resource), dan berbagi beberapa fungsi lainnya.

FUNGSI PERANGKAT KERAS JARINGAN KOMPUTER

Gambar-Fungsi-Perangkat-Keras-Jaringan-Komputer
Sesuai dengan pengertian dari perangkat keras jaringan komputer seperti yang telah kami sebutkan di atas. Adapun fungsi perangkat keras jaringan komputer yaitu untuk menghubungkan beberapa komputer sekaligus agar tercipta koneksi yang terbentuk di dalam sebuah jaringan.
Tentu saja konsep menghubungkan komputer dalam sebuah jaringan ditujukan sebagai upaya untuk mempermudah pengguna komputer, dari yang awalnya hanya bisa bekerja secara individual atau sendiri-sendiri, menjadi sebuah aktivitas yang dapat dilakukan secara bersama-sama.
Kemudian dengan adanya fakta bahwa beberapa komputer saling terhubung satu sama lain, maka fungsi perangkat keras jaringan komputer berikutnya yaitu sebagai solusi untuk berbagi banyak hal antar sesama pengguna komputer yang berada di dalam satu jaringan, sehingga memberi nilai efisiensi yang tinggi dalam penggunaan komputer.
Adapun beberapa hal yang dapat dibagi antar sesama pengguna komputer dengan adanya perangkat keras jaringan komputer yaitu :

1. Berbagi Data & Informasi

Salah satu fungsi perangkat keras jaringan komputer yaitu memungkinkan terjadinya aktivitas saling berbagi data dan informasi antar satu pengguna komputer dan pengguna komputer lainnya meski tidak berjarak saling berdekatan sekalipun. Beberapa data dan informasi seperti dokumen teks, dokumen digital, data gambar dan video, data multimedia atau audio, data sistem dan lain-lain dapat dengan mudah dikirim dari satu komputer ke komputer lainnya yang berada di dalam jaringan. Denga begitu maka tak perlu lagi repot-repot melakukannya secara manual, karena semua aktivitas yang melibatkan pengiriman atau pemindahan data ataupun informasi dapat dilakukan dengan praktis tanpa perlu beranjak dari tempat duduk.

2. Berbagi Sumber Daya (Resource)

Fungsi perangkat keras jaringan komputer berikutnya adalah sebagai cara untuk menghubungkan beberapa komputer sekaliggus sehingga memungkinkan terjadinya aktivitas saling berbagi resource atau sumber daya. Salah satu sumber daya yang bisa digunakan secara bersama-sama antar pengguna komputer yang satu dengan pengguna komputer lainnya dalam suatu jaringan adalah hardware alias perangkat keras seperti pemakaian harddisk dan printer.
Sebagai contoh, sebuah kantor yang menggunakan perangkat keras jaringan komputer untuk menghubungkan beberapa komputer milik para karyawannya tentu mendapat keuntungan yang lebih baik ketika ingin mencetak file dengan printer, ketimbang kantor yang tidak menggunakan perangkat keras jaringan komputer sama sekali. Pasalnya kantor yang menggunakan perangkat keras jaringan komputer hanya cukup memiliki satu printer saja untuk digunakan secara bersama-sama, sementara kantor yang tidak menggunakan perangkat keras jaringan komputer terpaksa harus membeli banyak printer sekaligus untuk beberapa komputer yang bekerja secara individual.
Dari sebuah contoh sederhana di atas, sangat terlihat bagaimana perangkat keras jaringan komputer dapat memberi manfaat yang begitu besar bagi pengguna komputer kebanyakan. Padahal faktanya masih banyak sekali sumber daya lainnya yang bisa digunakan bersama-sama selama komputer-komputer dapat terhubung dalam sebuah koneksi berkat adanya perangkat keras jaringan komputer.
Demikian penjelasan tentang Pengertian Perangkat Keras Jaringan Komputer dan Fungsinya ala teknodaily.com kali ini. Semoga dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi Anda semua.

Prosedur Pengujian Hasil Perakitan

Pengujian setelah selesai merakit komputer

 Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
    Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
    Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
    Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
    Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.

   

1. Kerusakan, Bunyi Beep panjang berulang kali
    Apabila indikasinya adalah bunyi beep panjang pada saat melakukan boot (hidupkan) komputer dan lampu power monitor serta lampu power CPU sudah dalam keadaan ON namun pada monitor tidak bisa menampilkan gambar atau tidak muncul apa-apa (blank screen), maka sudah dapat dipastikan bahwa ada masalah yang terjadi pada memori komputer (RAM). Atau Kerusakan/kesalahan Pada DRAM, DRAM tidak terpasang dengan benar, atau DRAM tidak kompatibel dengan mainboard,perhatikan pci pada DRAM yang di pasang. Solusi untuk kerusakan ini yaitu sebagai berikut. Untuk mengatasi masalah seperti bunyi beep panjang tersebut maka perlu dilakukan pembongkaran CPU (Central Processing Unit) untuk membersihkan kuningan pada kepingmasalah yang terjadi pada memori komputer (RAM). Atau Kerusakan/kesalahan Pada DRAM, DRAM tidak terpasang dengan benar, atau DRAM tidak kompatibel dengan mainboard,perhatikan pci pada DRAM yang di pasang. Solusi untuk kerusakan ini yaitu sebagai berikut. Untuk mengatasi masalah seperti bunyi beep panjang tersebut maka perlu dilakukan pembongkaran CPU (Central Processing Unit) untuk membersihkan kuningan pada keping memori atau dapat juga dengan mengganti memori lama dengan memori yang baru.
    2. Kerusakan, Bunyi Beep panjang diikuti dengan bunyi pendek
    Dari mendengar bunyi yang dihasilkan berupa bunyi beep panjang dan pendek serta pada monitor tidak menampilkan apa-apa, biasanya kerusakan terjadi pada display adapter, lebih sering disebut VGA card, baik .Solusinya yaitu apabila terjadi kerusakan pada VGA card maka tindakan penyelamatan adalah melakukan pembersihan pada VGA card tepatnya pada bagian kuningan yang terkoneksi ke mainboard apabila menggunakan VGA card Not Onboard. Apabila menggunakan VGA Card On Board maka caranya harus memasang sebuah VGA pengganti pada slot VGA yang tersedia baik pada slot PCI, AGP atu PCI Express.
    Selain Itu, Untuk mengetahui jenis kerusakan atau permasalahan yang sering terjadi pada komputer ketika dinyalakan, dapat dikenali melalui bunyi beep yang muncul pada speaker mainboard pada saat pertama kali komputer dihidupkan.
    Dengan mengenal bunyi beep pada tiap motherboard kita dapat mengetahui kerusakan atau masalah pada motherboard. Diantaranya :

    Mainboard dengan BIOS Award dan BIOS Phoenix :
    -        Bunyi beep pendek 1 kali : Sistem Normal.
    -        Bunyi beep pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada CMOS.
    -        Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali : Kerusakan/kesalahan pada DRAM/ram atau terjadi short ram.
    -        Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada VGA Card/sering terjadi bila menggunakan vga onboard.
    -        Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali : Kerusakan/kesalahan pada keyboard atau pada VGA Card,sering ditandai dengan tidak menyalanya lampu led pada keyboard.
    -        Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali : Kerusakan/kesalahan pada ROM
    -        Bunyi beep panjang berkali-kali : Kerusakan/kesalahan Pada DRAM, DRAM tidak terpasang dengan benar, atau DRAM tidak kompatibel dengan mainboard,perhatikan pci pada DRAM yang di pasang
    -        Bunyi beep pendek berkali-kali : Tenaga pada power supply tidak cukup, segera ganti power supply atau periksa kabel-kabel power supply.

    Mainboard dengan BIOS AMI :
    -        Tidak ada bunyi beep : Kerusakan/kesalahan pada mainboard, powersupply, atau speaker internal.
    -        Bunyi beep pendek 1 kali : Sistem normal.
    -        Bunyi beep pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada DRAM.
    -        Bunyi beep pendek 3 kali : Kerusakan/kesalahan yang sama dengan bunyi bip pendek 2 kali.
    -        Bunyi beep pendek 4 kali : Kesalahan tanggal dan waktu pada sistem.
    -        Bunyi beep pendek 5 kali : Kerusakan pada prosesor/mainboard.
    -        Bunyi beep pendek 6 kali : Kerusakan/kesalahan pada keyboard.
    -        Bunyi beep pendek 7 kali : Kerusakan/kesalahan yang sama dengan bunyi bip pendek 5 kali.
    -        Bunyi beep pendek 8 kali : Kerusakan/kesalahan pada VGA.
    -        Bunyi beep pendek 9 kali : Kesalahan pada saat checksum rom.
    -        Bunyi beep pendek 10 kali : Kerusakan/kesalahan pada CMOS.
    -        Bunyi beep pendek 11 kali : Kerusakan/kesalahan pada Cache Memory.
    -        Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali : Kesalahan pada saat memory test.
    -        Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 8 kali : Kesalah pada saat pengecekan VGA.
    Tipe AMI BIOS :
    -        1x suara BEEP panjang
    Ada kemungkinan RAM mati atau terpasang tidak benar, sehingga menyebabkan kegagalan refresh DRAM.
    -        2x
    Kegagalan rangkaian parity. Pada saat data yang ditransmisikan dalam komputer, biasanya ditambahkan parity bit yang berfungsi untuk mendeteksi error. Pekerjaan ini dilakukan rangkaian parity yang terdapat dalam komputer. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya masalah pada memori atau mainboard.
    -        3x
    Kegagalan base memori 64K, kegagalan ini biasanya disebabkan slot memori yang dikelompokkan dalam modul yang memiliki chip rusak. Base memori 64K adalah 64 KB memori yang pertama pada RAM.
    -        4x
    Kegagalan sistem timer, kemungkinan terdapat kesalahan pada satu atau lebih timer yang digunakan untuk mengontrol fungsi-fungsi pada motherboard.
    -        5x
    Kegagalan processor, dapat disebabkan panas berlebih, atau karena proses tidak terpasang benar kedalam socketnya.
    -        6x
    Kegagalan keyboar controller/gate A20, keyboard controller adalah chip pada motherboard yang mengendalikan keyboard anda
    -        7x
    kesalahan pembacaan processor kemungkinan adanya kerusakan pada processor
    -        8x
    kesalahan baca/tulis memory display
    -        9x
    Kerusakan BIOS
    -        10x
    Kesalahan CMOS
    -        11x
    Kerusakan cache memori

    Semua type Motherboard
    -        kalau ada Bunyi Beeb pendek 1 x , itu tandanya komputer baik-baik saja
    -        2.kalau bunyi Beep… panjang 1x, masalah pada Hardisk.
    -        3. Beep.. panjang 1x trus Beeb pndek 1x, Motherboardnya bermasalah.
    -        4.Beeb.. panjang 1x terus Beeb pendek 2x, VGAnya bermasalah.
    -        5. Beep Panjang 3x, Keyboardnya error
    -        6.Beep, Beep (pendek) terus2an, coba periksa Power supplynya
    -        7.Beep… Panjang terus2an, berarti ada masalah pada Memorinya.

    3. Kerusakan, Bunyi Seperti Detak Jarum Jam
    Apabila terdengar bunyi seperti detak jarum jam dinding/jm weker namun terasa lebih keras dibandingkan dengan detak jarum jam, diperkirakan sudah terjadi masalah pada media penyimpan data (storage device) yaitu harddisk, namun komputer berjalan dengan baik hanya sedikit melambat.untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi yaitu dengan solusi berikut apabila kerusakan komputer dengan tanda-tanda seperti di atas, maka anda harus waspada terhadap data-data anda yang tersimpan di dalam harddisk karena tanda di atas menjukkan ada kerusakan pada harddisk komputer anda, segeralah melakukan back up data anda ke media lain seperti hard disk lain atau ke cd (compact disk).

Konfigurasi BIOS

BIOS (Basic Input Output System), merupakan perangkat lunak komputer yang berfungsi mengatur seluruh konfigurasi sistem komputer saat pertamakali dijalankan, adapun hal yang dilakukan oleh BIOS antara lain :
  • Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
  • Memuat dan menjalankan sistem operasi
  • Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
  • Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
Saat pertamakali komputer dinyalakan sebenarnya komputer melakukan pengecekan terlebih dahulu yang biasa disebut POST BIOS (Power On Self Test), Proses ini berjalan singkat, sesaat sebelum komputer booting memuat ( load ) sistem operasi Windows. Proses POST (umumnya) akan muncul dilayar seperti  gambar  ini.
POST BIOSGambar POST BIOS
Setiap Komputer memiliki tampilan POST BIOS yang berbeda , tergantung jenis BIOS yang digunakan pada motherboard. Kadang POST BIOS ini tidak muncul di layar, tetapi diganti logo merek komputer. Dengan men-desable tampilan logo (dari dalam BIOS ), maka POST BIOS akan tampil di layar.

Komponen BIOS

BIOS tersusun dari beberapa bagian/komponen.
  • BIOS Setup, program untuk merubah konfigurasi dasar komputer, yang terdiri dari bermacam menu yang kadang cukup rumit untuk mengaksesnya. Pelajari buku manualnya.
  • Driver, ini adalah software untuk hardware dasar mis. Keyboard, video adapter, processor, harddisk dll.agar bisa berfungsi dalam mode DOS.
  • Bootstraper,  agar komputer dapat menjalankan proses booting ke dalam OS yang ter install dalam komputer.

Tempat Penyimpanan BIOS

Program BIOS disimpan di dalam chip ROM(Read Only Memmory), untuk komputer modern sekarang rata-rata menggunakan FlashROM yang dapat di Update menggunakan software Flash BIOS Programmer.
  • Hasil setting BIOS akan disimpan dalam chip CMOS RAM yang memerlukan daya listrik, dan jika aliran listrik ke CMOS putus maka isi nya kan hilang dan kembali ke setting standar BIOS. Daya linstrik untuk CMOS disediakan oleh sebuah battery litium seri CR2032.
  • Jika battery ini rusak atau dilepas, aliran daya terputus, maka BIOS akan menampilkan pesan “ CMOS Checksum Error“. Setelah aliran daya tersedia, kita harus men-setting ulang konfigurasi BIOS nya.
  • CMOS = Complementary Metal Oxide Semiconductor.

Setting BIOS

  1. Layar Menu BIOS
Menu BIOS terdiri dari beberapa macam yang memiliki fungsi yang berbeda-beda, adapun bentuk tanpilan menu BIOS dapat berbentuk Vertikal Maupun Horisontal, tergantung dari vendor pembuatnya. contoh tampilan layar menu BIOS terhilah pada gambar:
bios MenuMenu BIOS 2
Menu Vertikal
Menu bios
Menu Horisontal
Untuk melakukan setting BIOS dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara manual dan otomatis:
  • Setting konfigurasi BIOS mode Auto, BIOS akan memberikan setting paling standard untuk motherboard ybs. Artinya setting Auto akan menjamin bahwa BIOS mampu menangani semua hardware yang terpasang, dan dijamin beroperasi dengan lancar. Tentu saja performa-nya adalah standar. Pilihan Auto biasanya tersedia dalam menu-menu yang bersifat “kritis”, yang butuh pengetahuan cukup untuk mengisinya dengan nilai-setting manual. Kata “kritis” disini berarti jika salah dalam memasukkan suatu nilai, bisa menimbulkan kerusakan mainboard maupun hardware terkait. Contohnya adalah setting pada Processor atau RAM.
  • Setting konfigurasi BIOS mode Manual, Bios akan (berusaha) mengikuti setting sesuai kehendak user. Biasanya user memasukkan parameter-nilai setting secara manual untuk mendapatkan kualitas kinerja yang optimal dari semua hardware yang terpasang pada motherboard tsb. Tidak selalu BIOS akan berhasil mengikuti kehendak user (parameter manual), bagaimanapun BIOS juga memiliki keterbatasan. Jadi jika ingin menggunakan opsi Manual, user harus mengerti dengan baik batas kemampuan BIOS (mainboard) tsb. Contoh cara setting manual bisa dibaca pada artikel Setting RAM Mode Manual.

Fitur BIOS

Beberapa Fitur yang ada dalam menu BIOS diantaranya:
1. Chipset Feature Setup
Menu untuk mengatur konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh chipset, misalnya timing memori. Fasilitas ini berpengaruh pada kinerja komputer secara keseluruhan.
2. Power Management Setup
Menu untuk mengatur kinerja perangkat-perangkat sehingga memungkinkan untuk menghemat energi komputer.
  • HDD Power Down : Berfungsi mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar harddisk akan dimatikan secara otomatis dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar harddisk terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas pekerjaan.
  • VGA Active Monitor : Berfungsi mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar monitor akan dimatikan secara otomatis jika dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar monitor terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas pekerjaan.
3.  PCI Configuration
Menu untuk konfigurasi perangkat-perangkat dan PCI, seperti alokasi IRQ.
4. Integrated Pheriperals
Menu untuk mengkonfigurasikan fasilitas-fasliitas yang berhubungan dengan perangkat terhubung dengan motherboard seperti harddisk controller, floppy disk controller, serial dan parallel port meliputi konfigurasi port dan IRQ. Non aktifkan yang tidak dibutuhkan untuk membebaskan IRQ.
5. Load Setup Defaults
Menu untuk meningkatkan kinerja komputer secara instant. Apabila komputer berjalan stabil dengan setting ini, Anda dapat melakukan konfigurasi setting tambahan.
6. Supervisor Password
Menu untuk membuat password supervisor, password ini berlaku untuk proses booting dan proses konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, setiap orang tidak dapat mengaktifkan sistem operasi memasuki dan melakukan perubahan setup jika tidak dapat melewati password yang ini. melindunginya. Buatlah password supervisor atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
7. User Password
Menu untuk membuat password user, password ini hanya berlaku untuk proses booting saja dan tidak bisa digunakan untuk mengubah konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, sistem operasi tidak akan diaktifkan selama pengguna tidak melewati password akan tetapi dapat melakukan perubahan konfigurasi setup. Buatlah password user atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
8. IDE HDD Auto Detiction
Menu untuk mendeteksi parameter-parameter harddisk yang dikenali komputer, seperti Type, Size, Cyls, Sector, Mode, dan sebagainya. Gunakanlah setting “Yes” untuk port yang aktif, dan settinglah “No” untuk port yang tidak digunakan.
9. HDD Low Level Format
Menu untuk melakukan proses format harddisk. Tidak semua komputer memiliki BIOS dengan fasilitas ini.
10. Save & Exit Setup
Menu untuk menyimpan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS.
11. Exit Without Saving
Menu untuk mengabaikan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS.

Update BIOS

1. Update BIOS perlu dilakukan dalam situasi untuk hal-hal :
  • Berusaha memperbaiki problem sistem hardware komputer
  • Meningkatkan performa kinerja sistem terutama dalam kaitannya menangani hardware baru
  • Mengganti Sistem Operasi, processor, modul RAM dimana BIOS-lama tidak mendukung suatu konfigurasi (hardware) baru yang akan diterapkan.
2. Adapun yang perlu Diperhatikan sebelum meng UPdate BIOS antar lain:
  •  Cek versi BIOS Laptop Anda Saat ini
    Langkah pertama yang mesti dilakukan sebelum proses update BIOS adalah cek versi BIOS Laptop Anda saat ini. Anda bisa memasukan perintah “msinfo32” tanpa tanda kutip pada search bar di Windows 7/Vista atau pada menu RUN di Windows XP.
  • Cek versi BIOS terbaru di vendor Motherboard
    Vendor Motherboard biasanya selalu menyediakan update untuk BIOS-nya langkah selanjutnya adalah cek versi terbaru BIOS di vendor motherbnard yang Anda pakai
  • Jangan lupa untuk Membaca File Read Me 
    Setiap vendor mempunyai cara dan teknik berbeda dalam proses update BIOS, karena itu baca secara teliti file Read Me yang disediakan oleh vendor motherboard tersebut.
  • Proses Update BIOS
    Saat ini proses Update BIOS dilakukan dengan cara yang lebih mudah, Anda tinggal download Update BIOS terbaru dalam bentuk file .exe, close/ tutup semua program yang sedang berjalan kemudian double klik file .exe tersebut, reboot dan tunggulah sampai proses update berjalan. Jika proses update TERHENTI di tengah alias tidak selesai, maka bisa dipastikan komputer/Laptop Anda tidak akan bisa booting, karena itu pastik`n power di Laptop dalam posisi full atau bahkan gunakanl`h Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk mencegah jika tiba-tiba mati lampu.