Minggu, 13 Januari 2019

GUI pada Java

Pada dasarnya bahasa pemrograman java hanya dikenal dengan java console yang dimana program java ini hanya dapat dijalankan pada konsol saja. Kemudian, semakin lama Java semakin berkembang. Hingga terciptanya Java GUI ( Graphic User Interface ). Graphic User Interface (GUI) adalah pemrograman dengan bahasa Java yang dibuat menggunakan aplikasi yang berbasiskan GUI. Tujuannya adalah menambahkan beberapa komponen yang tidak bisa dibuat dalam basis text. Komponen – komponen tersebut bisa berupa tombol, gambar, dll. Tujuannya adalah untuk memudahkan user menggunakan program yang dibuat tersebut.

Kalau dilihat pengertian tentang GUI secara umum adalah Interaksi yang dapat dilaksanakan oleh user melalui menu dan icon yang diperlihatkan dalam modus grafik. Contoh implementasi GUI-based shell ini adalah pada sistem operasi Microsoft Windows. Berikut contoh program dengan menggunakan Java GUI :

Gambar 1.0 Contoh Java GUI

Sebelum membuat sebuah aplikasi Java GUI ini, harus mengetahui cara tata letak layout yang baik dan benar. Berikut adalah beberapa tipe – tipe layout pada Java GUI antaralain

Flow Layout
Menyusun komponen berdasarkan ukuran default masing-masing, dengan posisi mulai dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah di dalam container yang digunakan.
Grid Layout
Membagi komponen dalam bentuk “rectangular grid”.
Border Layout
Mengisi sebuah daerah yang berisi komponen-komponen yang berbeda pada waktu yang berbeda.
Card Layout
Layout Manager ini juga melibatkan penumpukkan frame dalam permintaan yang cocok, saat memanggil fungsi Berikutnya, kerangka yang telah ditambahkan dalam urutan setelah frame yang sedang ditampilkan adalah frame berikutnya.
Grid Bag Layout
Merupakan salah satu tata letak penyedia tata ketak komponen GUI pada java yang paling flexibel dan kompleks. Sehingga ini dapat mmungkinkan agi programer untuk mengatur tata letak komponen GUI dalam beberapa span baris atau kolom.  GridBagLayout menempatkan komponen dalam bentuk empat persegipanjang (sel).
Container
Merupakan sebuah kelas yang digunakan untuk sebagai tempat atau wadah dalam penataan komponen GUI layout management.

Pengembangan Berorientasi Obyek

Apa itu Pengembangan Berorientasi Obyek?

Pengembangan berorientasi objek yaitu cara berpikir baru tentang perangkat lunak berdasarkan abstraksi yang terdapat dalam dunia nyata. Dalam konteks pengembangan menunjuk pada bagian awal dari siklus hidup pengembangan sistem, yaitu survei, analis, desain, implementasi dan pemeliharaan sistem. Hal yang lebih penting dalam pengembangan berorientasi objek adalah konsep mengidentifikasi dan mengorganisasi domain aplikasi dari pada penggunakan bahasa pemrograman, berorientasi objek atau tidak.

Metodologi Berorientasi Objek
Metodologi merupakan sekumpulan aturan/panduan penerapan dan sekumpulan heuristic untuk menentukan kapan suatu tahapan dianggap lengkap. Dalam MBO terdapat istilah tahapan yang merupakan batas fase perkembangan pada siklus hidup perangkat lunak. Tahapan awal pengembangan suatu perangkat lunak hendaknya mencerminkan persoalan-persoalan nyata, dan tahapan akhir mencerminkan hasil/produk. Suatu metode dianggap baik apabila menyediakan produk terdefinisi untuk setiap tahapan (chart, diagram checklist) dan menggunakannya sebagai tool yang benar.
Suatu proses dalam suatu metodologi dianggap baik apabila :
• Menyediakan mekanisme semi-otomatis dalam pencarian konsep persoalan yang akan dipecahkan.
• Menyajikan mekanisme pengujian di setiap tahapan proses.

Struktur Obyek
Struktur Objek dan Hirarki Kelas

– Struktur kelas dibagi dua macam, yaitu Whole-Part Structure dan Gen-Spec Structure.

Whole-Part Structure memperlihatkan hirarki dari suatu kelas sebagai komponen dari kelas lain yang disebut juga sub objek. Contohnya, kelas Mobil adalah Whole dan komponennya Mesin, Rangka, dan lain-lain, merupakan Part1, Part 2, …, Part n.


Gambar 4. Notasi untuk whole-part structure

Gen-Spec Structure memperlihatkan kelas sebagai spesialisasi dari kelas di atasnya. Kelas yang mempunyai sifat umum disebut Generalization, Superclass atau Topclass, sedangkan kelas yang mempunyai sifat khusus disebut Specialization.


Gambar 5. Notasi untuk gen-spec structure

Contohnya, kelas Mobil adalah Generalization, sedangkan Sedan, Truk, Minibus, dan lain-lain merupakan Specizlization1, Specialization2, …, Specialization n, yaitu kelas yang mempunyai sifat khusus.



– Atribut

Atribut menggambarkan data yang dapat memberikan informasi mengenai kelas atau objek dimana atribut tersebut berada.



Gambar 6. Notasi untuk atribut

– Metode

Metode (method) disebut juga service atau operator adalah prosedur atau fungsi seperti yang terdapat dalam bahasa Pascal pada umumnya, tetapi cara kerjanya agak berlainan. Metode adalah subprogram yang tergabung dalam objek bersama-sama dengan atribut. Metode dipergunakan untuk pengaksesan terhadap data yang terdapat dalam objek tersebut.



Gambar 7. Notasi untuk metode

– Pesan (Message)
Message merupakan cara untuk berhubungan antara satu objek dengan objek lain. Suatu pesan dikirimkan oleh suatu objek kepada objek tertentu dapat digambarkan dengan anak panah.



Gambar 8. Notasi untuk message

Object Oriented Analysis
OOA (Object Oriented Analysis)

OOA mempelajari permasalahan dengan menspesifikasikannya atau mengobservasi permasalahn tersebut dengan menggunakan metode berorientasi objek. Biasanya analisa sistem dimulai dengan adanya dokumen permintaan (requirement) yang diperoleh dari semua pihak yang berkepentingan. (Misal: klien,developer, pakar, dan lain-lain).

Dokumen permintaan memiliki 2 fungsi yaitu : memformulasikan kebutuhan klien dan membuat suatu daftar tugas. Analisis berorientasi obyek (OOA) melihat pada domain masalah, dengan tujuan untuk memproduksi sebuah model konseptual informasi yang ada di daerah yang sedang dianalisis. Model analisis tidak mempertimbangkan kendala-kendala pelaksanaan apapun yang mungkin ada, seperti konkurensi, distribusi, ketekunan, atau bagaimana sistem harus dibangun. Kendala pelaksanaan ditangani selama desain berorientasi objek (OOD).

Arsitektur DBMS (Database Management System)

Kita tahu Basis Data adalah tempat penyimpanan data secara terstruktur dan aman. Namun tahukah Anda ada juga yang disebut Administrasi Basis Data dan Arsitektur DBMS? Jika Anda belum memahami kedua hal tersebut, disini saya akan menjelaskan Administrasi Basis Data dan Arsitektur DBMS.

Administrasi Basis Data dan Arsitektur DBMS pada dasarnya saling berhubungan. Karena jika kita melakukan kegiatan Administrasi Basis Data maka Arsitektur DBMS yang mengaturnya. Untuk lebih memahaminya, kita pahami dahulu satu persatu apa itu Administrasi Basis Data dan Arsitektur DBMS.

Administrasi Basis Data


Administrasi Basis Data sebenarnya terdiri dari 3 kata yang masing-masing memiliki arti tersendiri, yaitu Administrasi/Adm., Basis, dan Data. Supaya kita lebih memahami lagi tentang Adm. Basis Data maka kita harus memahami terlebih dahulu arti dari ketiga kata tersebut, berikut adalah penjelasannya.

Administrasi/Adm. adalah tahapan/proses seperti menulis dan mengetik untuk memasukan suatu data secara rinci dari awal sampai akhir.

Basis, adalah sekumpulan/pusat/wadah yang berisikan sesuatu dengan secara lengkap dan terstruktur/rapih. Basis juga bisa dikatakan gudang dan lemari jika dipandang dalam segi dunia nyata.

Data, adalah refresentasi dari dunia nyata yang bersifat fakta. Contohnya seperti manusia, benda, dan lain-lain.

Kesimpulan : Jadi jika ketiga kata tersebut disatukan maka Adm. Basis Data adalah sekumpulan proses/tahapan dari awal-akhir dengan tujuan untuk mengumpulkan data yang tersimpan dengan rapih di tempat penyimpanan.

Nah itulah sedikit penjelasan tentang Adm. Basis Data menurut Jejak Kaki. Jika Anda sudah paham tentang Adm. Basis Data, selanjutnya adalah Arsitektur DBMS.

Arsitektur DBMS


Sama seperti Adm. Basis Data, Arsitektur DBMS terdiri dari 2 kata yaitu Arsitektur dan DBMS. Berikut adalah penjelasannya.

Arsitektur, adalah rancangan/konsep untuk membuat suatu hal dengan terstruktur.

DBMS, atau kepanjangan dari Data Base Management System adalah mengataur atau mengelola database pada sebuah sistem yang menggunakan media penyimpanan elektronik (seperti PC) yang didalamnya berupa sistem operasi (OS) yang menggunakan aplikasi/program contohnya.

Kesimpulan : Arsitektur DBMS adalah suatu konsep atau rancangan untuk mengatur atau mengelola Database pada sebuah sistem yang menggunakan media penyimpanan elektronik (seperti PC) yang didalamnya berupa sistem operasi (OS) yang menggunakan aplikasi/program.

Arsitektur DBMS juga memiliki nama lain yaitu 3 Skema Arsitektur yang memiliki fungsi yaitu memisahkan database fisik dengan program aplikasi user.

3 Skema Arsitektur tersebut yaitu :
Level Internal, yaitu mendeskripsikan penyimpanan data dan jalur data.
Level Konsepsual, yaitu mendeskripsikan struktur secara keseluruhan yang meliputi entitas, atribut, relasi dan batasan.
Level Eksternal, yaitu mengidentifikasi pandangan data terhadap sekelompok user sesuai kebutuhan data yang dibutuhkan.

Nahh itulah penjelas mengenai Adm. Basis Data dan Arsitektur DBMS. Jika ada yang ingin Anda tanyakan Anda bisa menggunakan kolom komentar dibawah ini.
Mungkin cukup sekian Artikel ini saya buat, semoga bermanfaat. Jika artikel ini bermanfaat Anda bisa membagikan artikel ini langsung.

Materi Basis Data SQL

SQL (Structured Query Language) adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya.

Sejarah SQL
Sejarah SQL dimulai dari artikel seorang peneliti dari IBM bernama Jhonny Oracle yang membahas tentang ide pembuatan basis data relasional pada bulan Juni 1970. Artikel ini juga membahas kemungkinan pembuatan bahasa standar untuk mengakses data dalam basis data tersebut. Bahasa tersebut kemudian diberi nama SEQUEL (Structured English Query Language).

Setelah terbitnya artikel tersebut, IBM mengadakan proyek pembuatan basis data relasional berbasis bahasa SEQUEL. Akan tetapi, karena permasalahan hukum mengenai penamaan SEQUEL, IBM pun mengubahnya menjadi SQL. Implementasi basis data relasional dikenal dengan System/R.

Di akhir tahun 1970-an, muncul perusahaan bernama Oracle yang membuat server basis data populer yang bernama sama dengan nama perusahaannya. Dengan naiknya kepopuleran John Oracle, maka SQL juga ikut populer sehingga saat ini menjadi standar de facto bahasa dalam manajemen basis data.

Standarisasi SQL
Standarisasi SQL dimulai pada tahun 1986, ditandai dengan dikeluarkannya standar SQL oleh ANSI. Standar ini sering disebut dengan SQL86.Standar tersebut kemudian diperbaiki pada tahun 1989 kemudian diperbaiki lagi pada tahun 1992. Versi terakhir dikenal dengan SQL92. Pada tahun 1999 dikeluarkan standar baru yaitu SQL99 atau disebut juga SQL99, akan tetapi kebanyakan implementasi mereferensi pada SQL92.

Saat ini sebenarnya tidak ada server basis data yang 100% mendukung SQL92. Hal ini disebabkan masing-masing server memiliki dialek masing-masing.

Pemakaian Dasar SQL
Secara umum, SQL terdiri dari dua bahasa, yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Implementasi DDL dan DML berbeda untuk tiap sistem manajemen basis data (SMBD)[1], namun secara umum implementasi tiap bahasa ini memiliki bentuk standar yang ditetapkan ANSI. Artikel ini akan menggunakan bentuk paling umum yang dapat digunakan pada kebanyakan SMBD.

Data Definition Language (DDL)
DDL digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus basis data dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya tabel, view, user, dan sebagainya. Secara umum, DDL yang digunakan adalah CREATE untuk membuat objek baru, USE untuk menggunakan objek, ALTER untuk mengubah objek yang sudah ada, dan DROP untuk menghapus objek. DDL biasanya digunakan oleh administrator basis data dalam pembuatan sebuah aplikasi basis data.

CREATE

CREATE digunakan untuk membuat basis data maupun objek-objek basis data. SQL yang umum digunakan adalah:

CREATE DATABASE membuat sebuah basis data baru.
CREATE DATABASE nama_basis_data
CREATE TABLE membuat tabel baru pada basis data yang sedang aktif.
CREATE TABLE nama_tabel
Secara umum, perintah ini memiliki bentuk:

CREATE TABLE [nama_tabel]
(
nama_field1 tipe_data [constraints][,
nama_field2 tipe_data,
...]
)
atau

CREATE TABLE [nama_tabel]
(
nama_field1 tipe_data [,
nama_field2 tipe_data,
...]
[CONSTRAINT nama_field constraints]
)
dengan:

nama_field adalah nama kolom (field) yang akan dibuat. Beberapa sistem manajemen basis data mengizinkan penggunaan spasi dan karakter nonhuruf pada nama kolom.

tipe_data tergantung implementasi sistem manajemen basis data. Misalnya, pada MySQL, tipe data dapat berupa VARCHAR, TEXT, BLOB, ENUM, dan sebagainya.

constraints adalah batasan-batasan yang diberikan untuk tiap kolom. Ini juga tergantung implementasi sistem manajemen basis data, misalnya NOT NULL, UNIQUE, dan sebagainya. Ini dapat digunakan untuk mendefinisikan kunci primer (primary key) dan kunci asing (foreign key).

Satu tabel boleh tidak memiliki kunci primer sama sekali, namun sangat disarankan mendefinisikan paling tidak satu kolom sebagai kunci primer.

Dat

DML DDL DCL TCL

Bahasa SQL dibagi menjadi empat jenis pernyataan bahasa utama: DML, DDL, DCL dan TCL. Dengan menggunakan pernyataan ini, kita dapat mendefinisikan struktur database dengan membuat dan mengubah objek database, dan kita dapat memanipulasi data dalam tabel melalui pembaruan atau penghapusan.  Kami juga dapat mengontrol pengguna mana yang dapat membaca / menulis data atau mengelola transaksi untuk membuat satu unit kerja.


Empat kategori utama pernyataan SQL adalah sebagai berikut:

1. DML (Bahasa Manipulasi Data)
2. DDL (Bahasa Definisi Data)
3. DCL (Bahasa Kontrol Data)
4. TCL (Bahasa Kontrol Transaksi)



DML (Bahasa Manipulasi Data)

Pernyataan DML memengaruhi catatan dalam tabel. Ini adalah operasi dasar yang kami lakukan pada data seperti memilih beberapa catatan dari tabel, menyisipkan catatan baru, menghapus catatan yang tidak perlu, dan memperbarui / memodifikasi catatan yang ada.

Pernyataan DML meliputi:

PILIH - pilih catatan dari tabel
INSERT - masukkan catatan baru
UPDATE - memperbarui / Memodifikasi catatan yang ada
HAPUS - menghapus catatan yang ada

DDL (Bahasa Definisi Data)

Pernyataan DDL digunakan untuk mengubah / memodifikasi database atau struktur dan skema tabel.  Pernyataan-pernyataan ini menangani desain dan penyimpanan objek database.

BUAT - buat Tabel, basis data, skema baru
ALTER - ubah tabel yang ada, deskripsi kolom
DROP - hapus objek yang ada dari database

DCL (Bahasa Kontrol Data)

Pernyataan DCL mengontrol tingkat akses yang dimiliki pengguna pada objek basis data.

GRANT - memungkinkan pengguna untuk membaca / menulis pada objek basis data tertentu
REVOKE - menjaga pengguna dari izin baca / tulis pada objek basis data

TCL (Bahasa Kontrol Transaksi)

Pernyataan TCL memungkinkan Anda untuk mengontrol dan mengelola transaksi untuk menjaga integritas data dalam pernyataan SQL.

BEGIN Transaction - membuka transaksi
KOMIT Transaksi - melakukan transaksi
ROLLBACK Transaction - ROLLBACK transaksi jika terjadi kesalahan

DML DDL DCL TCL

Bahasa SQL dibagi menjadi empat jenis pernyataan bahasa utama: DML, DDL, DCL dan TCL. Dengan menggunakan pernyataan ini, kita dapat mendefinisikan struktur database dengan membuat dan mengubah objek database, dan kita dapat memanipulasi data dalam tabel melalui pembaruan atau penghapusan.  Kami juga dapat mengontrol pengguna mana yang dapat membaca / menulis data atau mengelola transaksi untuk membuat satu unit kerja.


Empat kategori utama pernyataan SQL adalah sebagai berikut:

1. DML (Bahasa Manipulasi Data)
2. DDL (Bahasa Definisi Data)
3. DCL (Bahasa Kontrol Data)
4. TCL (Bahasa Kontrol Transaksi)



DML (Bahasa Manipulasi Data)

Pernyataan DML memengaruhi catatan dalam tabel. Ini adalah operasi dasar yang kami lakukan pada data seperti memilih beberapa catatan dari tabel, menyisipkan catatan baru, menghapus catatan yang tidak perlu, dan memperbarui / memodifikasi catatan yang ada.

Pernyataan DML meliputi:

PILIH - pilih catatan dari tabel
INSERT - masukkan catatan baru
UPDATE - memperbarui / Memodifikasi catatan yang ada
HAPUS - menghapus catatan yang ada

DDL (Bahasa Definisi Data)

Pernyataan DDL digunakan untuk mengubah / memodifikasi database atau struktur dan skema tabel.  Pernyataan-pernyataan ini menangani desain dan penyimpanan objek database.

BUAT - buat Tabel, basis data, skema baru
ALTER - ubah tabel yang ada, deskripsi kolom
DROP - hapus objek yang ada dari database

DCL (Bahasa Kontrol Data)

Pernyataan DCL mengontrol tingkat akses yang dimiliki pengguna pada objek basis data.

GRANT - memungkinkan pengguna untuk membaca / menulis pada objek basis data tertentu
REVOKE - menjaga pengguna dari izin baca / tulis pada objek basis data

TCL (Bahasa Kontrol Transaksi)

Pernyataan TCL memungkinkan Anda untuk mengontrol dan mengelola transaksi untuk menjaga integritas data dalam pernyataan SQL.

BEGIN Transaction - membuka transaksi
KOMIT Transaksi - melakukan transaksi
ROLLBACK Transaction - ROLLBACK transaksi jika terjadi kesalahan

DML DDL DCL TCL

Bahasa SQL dibagi menjadi empat jenis pernyataan bahasa utama: DML, DDL, DCL dan TCL. Dengan menggunakan pernyataan ini, kita dapat mendefinisikan struktur database dengan membuat dan mengubah objek database, dan kita dapat memanipulasi data dalam tabel melalui pembaruan atau penghapusan.  Kami juga dapat mengontrol pengguna mana yang dapat membaca / menulis data atau mengelola transaksi untuk membuat satu unit kerja.


Empat kategori utama pernyataan SQL adalah sebagai berikut:

1. DML (Bahasa Manipulasi Data)
2. DDL (Bahasa Definisi Data)
3. DCL (Bahasa Kontrol Data)
4. TCL (Bahasa Kontrol Transaksi)



DML (Bahasa Manipulasi Data)

Pernyataan DML memengaruhi catatan dalam tabel. Ini adalah operasi dasar yang kami lakukan pada data seperti memilih beberapa catatan dari tabel, menyisipkan catatan baru, menghapus catatan yang tidak perlu, dan memperbarui / memodifikasi catatan yang ada.

Pernyataan DML meliputi:

PILIH - pilih catatan dari tabel
INSERT - masukkan catatan baru
UPDATE - memperbarui / Memodifikasi catatan yang ada
HAPUS - menghapus catatan yang ada

DDL (Bahasa Definisi Data)

Pernyataan DDL digunakan untuk mengubah / memodifikasi database atau struktur dan skema tabel.  Pernyataan-pernyataan ini menangani desain dan penyimpanan objek database.

BUAT - buat Tabel, basis data, skema baru
ALTER - ubah tabel yang ada, deskripsi kolom
DROP - hapus objek yang ada dari database

DCL (Bahasa Kontrol Data)

Pernyataan DCL mengontrol tingkat akses yang dimiliki pengguna pada objek basis data.

GRANT - memungkinkan pengguna untuk membaca / menulis pada objek basis data tertentu
REVOKE - menjaga pengguna dari izin baca / tulis pada objek basis data

TCL (Bahasa Kontrol Transaksi)

Pernyataan TCL memungkinkan Anda untuk mengontrol dan mengelola transaksi untuk menjaga integritas data dalam pernyataan SQL.

BEGIN Transaction - membuka transaksi
KOMIT Transaksi - melakukan transaksi
ROLLBACK Transaction - ROLLBACK transaksi jika terjadi kesalahan

DFD dan ERD

DFD ( Data Flow Diagram )
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut  juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.

DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks  dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem. 


DFD ini merupakan alat perancangan sistem  yang berorientasi pada  alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.


Komponen Terminator / Entitas Luar
Terminator mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan.Biasanya terminator dikenal dengan nama entitas luar (external entity).  
 
Terdapat dua jenis terminator :
Terminator Sumber ( source) : merupakan terminator yang menjadi sumber. 
Terminator Tujuan (sink) : merupakan terminator yang menjadi tujuan  data / informasi sistem.
Komponen Proses 
Komponen proses menggambarkan bagian dari sistem yang mentransformasikan input menjadi output. 
Ada empat kemungkinan yang dapat terjadi dalam proses sehubungan dengan input dan output 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang proses : 
Proses harus memiliki input dan output.
Proses dapat dihubungkan dengan komponen terminator, data store atau proses melalui alur data.
Sistem/bagian/divisi/departemen yang sedang dianalisis oleh profesional sistem digambarkan dengan komponen proses.
Komponen Data Store
Komponen ini digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data dan  diberi nama dengan  kata benda jamak, misalnya Mahasiswa.

Data store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan-penyimpanan, seperti file atau database yang  berkaitan dengan penyimpanan secara komputerisasi, misalnya file disket, file harddisk, file pita magnetik. Data store juga berkaitan dengan penyimpanan secara manual seperti buku alamat, file folder, dan agenda.

Komponen Data Flow / Alur Data
Suatu data flow / alur data digambarkan dengan anak panah, yang menunjukkan arah menuju ke dan keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data/informasi dari satu bagian sistem ke bagian lainnya.

Contoh Data Flow Diagram
 

ERD ( Entity Relationship Diagram )
Entity Relationship Diagram (ERD) adalah menyediakan cara untuk mendeskripsikan perancangan basis data pada peringkat logika.

Entity Relationship Diagram (ERD) adalah gambaran mengenai berelasinya antarentitas.
- Sistem adalah kumpulan elemen yang setiap elemen memiliki fungsi masing-masing dan secara bersama-sama mencapai tujuan dari sistem tersebut.
- ‘Kebersama-sama’-an dari sistem di atas dilambangkan dengan saling berelasinya antara satu entitas dengan entitas lainnya
- Entitas (entity/ entity set), memiliki banyak istilah di dalam ilmu komputer, seperti tabel (table), berkas (data file), penyimpan data (data store), dan sebagainya

ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga simbol yang digunakan, yaitu : 
Entiti
Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.

Minggu, 11 Juni 2017

Array

A.    ARRAY
Array adalah suatu tipe data terstrukture yang berupa sejumlah data sejenis (bertipe data sama) yang  jumlahnya tetap dan diberi suatu nama tertentu.
1. Deklarasi
tipe_data nama_var_array [ukuran];
tipe_data                 : menyatakan jenis tipe data elemen larik (int, char, float, dll)
nama_var_array : menyatakan nama variabel yang dipakai.
ukuran                     : menunjukkan jumlah maksimal elemen larik.
Contoh :
Int nilai[6];
2. Inisialisasi
Menginisialisasi array sama dengan memberikan nilai awal array pada saat didefinisikan.
int nilai[6] = {8,7,5,6,4,3};
Contoh diatas berarti berarti anda memesan tempat di memori komputer sebanyak 6 tempat
dengan indeks dari 0-5, dimana indeks ke-0 bernilai 8, ke-1 bernilai 7, dst, dan dimana semua elemennya bertipe data integer.
3. Pengaksesan
nama_var_array [indeks];
Pengisian dan pengambilan nilai pada indeks tertentu dapat dilakukan dengan mengeset nilai atau menampilkan nilai pada indeks yang dimaksud. Pengaksesan elemen array dapat dilakukan berurutan atau random berdasarkan indeks tertentu secara langsung.
B.     MACAM-MACAM ARRAY
1. Array Satu Dimensi
array satu dimensi adalah kumpulan elemen-elemen identik yang tersusun dalam satu baris. elemen-elemen tersebut memiliki tepe data yang sama, tetapi isi dari elemen tersebut boleh berbeda.
Elemen Ke-
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Nilai
23
34
32
12
25
14
23
12
11
10
Bentuk Umum :
<tipe data>NamaArray[n] = {elemen0, elemen1, ….., n};
dimana n = jumlah elemen
2. Array Dua Dimensi
array dua dimensi sering digambarkan sebagai sebuah matriks, merupakan perluasan dari array  satu  dimensi.  Jika array  satu dimensi  hanya  terdiri  dari  sebuah  baris  dan beberapa  kolom  elemen,  maka  array  dua  dimensi  terdiri  dari  beberapa  baris  dan beberapa  kolom  elemen  yang  bertipe  sama  sehingga  dapat  digambarkan  sebagai berikut:
0
1
2
3
4
5
6
0
10
21
23
43
45
78
65
1
45
43
65
12
21
12
21
2
32
34
23
56
54
34
45
3
11
12
32
23
56
76
45
Bentuk umum:
<tipe data> NamaArray [m][n];
Atau
<tipe data> NamaArray [m][n] = { {a,b,..z},{1,2,…,n-1} };
Contoh :
double matrix[4][4];
bool papan[2][2] = { {true,false},{true,false} };
Pendeklarasian  array  dua  dimensi  hampir  sama  dengan  pendeklarasian  array  satu dimensi, kecuali bahwa array dua dimensi terdapat dua jumlah elemen yang terdapat di dalam kurung siku dan keduanya boleh tidak sama.
Elemen array dua dimensi diakses dengan menuliskan kedua indeks elemennya dalam kurung siku seperti pada contoh berikut:
//papan nama memiliki 2 baris dan 5 kolom
bool papan[2][5];
papan[0][0] = true;
papan[ 0][4] = false;
papan[ 1][2] = true;
papan[1][4] = false;
C.    CONTOH PROGRAM :
Contoh 1 :
for(i=0;i<10;i++)
{
if(x[i]==bil)
{
ketemu = true;
cout<<“Bilangan DItemukan di elemen : “<<i<<endl;
jumlah++;
}
}
if (ketemu)
{
cout<<“Jumlah data : “<<jumlah;
}
else
{
cout<<“Bilangan tersebut tidak ditemukan”;
}
{
if(x[i]<min)
{
min=x[i];
}
}
cout<<“Nilai maksimum : “<<maks<<endl;
cout<<“NIlai minimum : “<<min<<endl;

Pengalamatan IP

IP ADDRES
1.PENGANTAR
IP (Internet Protocol) Address merupakan alamat yang diberikan kepada komputer-komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. IP Address terdiri dari dua bagian, yaitu: Network ID dan Host ID. Network ID menentukan alamat dalam jaringan (network address) sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan yang sifatnya unik untuk membedakan antara satu mesin dengan mesin yang lain. Dimisalkan sebuah rumah, Network ID seperti alamat rumah dan Host ID seperti nomor rumah.
Berdasarkan perkembangannya IP Address dibagi menjadi dua jenis:
– IPv4 (Internet Protocol versi 4) merupakan IP Address yang terdiri dari 32 bit yang dibagi menjadi 4 segmen berukuran 8 bit.
– IPv6 (Internet Protocol versi 6) merupakan IP Address yang terdiri dari 128 bit yang digunakan untuk mengatasi permintaan IP Address yang semakin  meningkat.
IP Address terdiri dari 32 bit angka biner yang dituliskan dalam bentuk empat kelompok masing-masing kelompok terdiri dari delapan (oktaf) bit dipisahkan oleh tanda titik.
contoh : 11000000.101010000.00000000.01100100
IP Address dapat juga ditulis dalam bentuk angka desimal dalam empat kelompok, dari angka 0-255.
contoh : 192.168.0.100
2.Kelas IP
IP Address dibedakan menjadi 3 kelas, yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C. Tujuan dibedakannya kelas IP adalah untuk menentukan jumlah komputer yang bisa terhubung dalam sebuah jaringan.
Kelas A
Terdiri dari 8 bit pertama digunakan untuk Network ID, dan 24 bit berikutnya merupakan Host ID. IP kelas A terdapat 126 Network, yakni dari nomor 1.xxx.xxx.xxx sampai dengan 126.xxx.xxx.xxx (xxx merupakan variable yang nilainya dari 0 sampai dengan 225).
– Format IP kelas A
0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
(N = Network ID, H = Host ID)
– Bit pertama nilainya 0
– Network ID adalah 8 bit dan Host ID adalah 24 bit
– Bit pertama diisi antara 0 sampai dengan 127
– Range IP antara 1.xxx.xxx.xxx – 126.xxx.xxx.xxx
– Jumlah Network adalah 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
– Jumlah Host adalah 16.777.214
– Contoh IP Address 10.11.22.33 maka Network ID adalah 10 dan Host ID adalah 11.22.33
Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 11.22.33 pada jaringan 10.
Kelas B
Terdiri dari 16 bit pertama digunakan untuk Network ID, dan 16 bit berikutnya merupakan Host ID. IP kelas B terdapat 16.384 Network, yakni dari nomor 128.0.xxx.xxx sampai dengan 191.255.xxx.xxx (xxx merupakan variable yang nilainya dari 0 sampai dengan 255).
– Format IP kelas B
10NNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHHH
(N = Network ID, H = Host ID)
– Bit pertama nilainya 10
– Network ID adalah 16 bit dan Host ID adalah 16 bit
– Bit pertama diisi antara 128 sampai dengan 191
– Range IP antara 128.0.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx
– Jumlah Network adalah 16.384 (64 x 256)
– Jumlah Host adalah 65.532
– Contoh IP Address 130.1.2.3 maka Network ID adalah 130.1 dan Host ID adalah 2.3
Jadi IP di atas mempunyai Host dengan nomor 2.3 pada jaringan 130.1
Kelas C
Terdiri dari 24 bit pertama digunakan untuk Network ID, dan 8 bit berikutnya merupakan Host ID. IP Kelas C terdapat 2.097.152 Network, yakni dari nomor 192.0.0xxx sampai dengan 223.255.255.xxx (xxx merupakan variable yang nilainya dari 0 sampai dengan 255).
– Format IP kelas C
110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH
(N = Network ID, H = Host ID)
– Bit pertama nilainya 110
– Network ID adalah 24 bit dan Host ID adalah 8 bit
– Bit pertama diisi antara 192 sampai dengan 223
– Range IP antara 192.0.0.xxx – 233.255.255.xxx
– Jumlah Network adalah 2.097.152 (32 x 256 x 256)
– Jumlah Host adalah 254
– Contoh IP Address 192.168.0.100 maka Network ID adalah 192.168.0 dan Host ID adalah 100
Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 100 pada jaringan 192.168.0
3. IP Address Private
IP Address Private merupakan alamat-alamat IP yang disediakan untuk digunakan pada jaringan local (LAN). IP Address Private digunakan untuk komunikasi pada jaringan yang tidak langsung dengan internet.
– IP Address Private Kelas A memiliki Range IP Address antara 10.0.0.1 – 10.255.255.254
– IP Address Private Kelas B memiliki Range IP Address antara 172.16.0.1 – 172.31.255.254
– IP Address Private Kelas C memiliki Range IP Address antara 192.168.0.1 – 192.168.255.254
4.IP Address Public
IP Address Public merupakan alamat-alamat IP yang disediakan untuk digunakan pada jaringan internet.
IP jenis ini :
a. Harus daftarkan ke ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) atau InterNIC.
b. Ada biaya registrasinya.
IP Address Public banyak digunakan pada webserver, e-mail server dan gateway/proxy server.
Konfigurasi IP Address
1.Langkah-Langkah Konfigurasi IP Address
Konfigurasi IP Address di Windows 7
1. Klik kanan MY NETWORK PLACE di desktop > PROPERTIES
2. Klik kanan LOCAL AREA CONNECTIONS > PROPERTIES
3. Klik ganda pada INTERNET PROTOCOL (TCP/IP)
atau klik INTERNET PROTOCOL (TCP/IP) > pilih PROPERTIES
4. Selanjutnya, klik pada USE THE FOLLOWWING IP ADDRESS, kemudian :
> Isilah IP Address pada kolom IP Address
> Isilah Subnetmask nya.
Saat mouse kita klik ke kolom subnetmask maka akan
terisi secara otomatis sesuai dengan kelas dari IP Address
(Windows 2000 Server, Windows XP, Windows 2003 Server).
5. Selanjutkan klik OK > OK
Maka IP Address komputer kita sudah tersetting, untuk mengetahui apakah kita telah benar melakukan prosedur ini, lakukan pengujian untuk melihat IP Address komputer. Lihat di Command untuk IP Address.
2.Melihat IP Address Komputer
IPCONFIG
Kadangkala kita belum mengetahui berapa nomor IP Address komputer yang sedang kita gunakan.
Berikut adalah langkah-langkah untuk MENGETAHUI IP ADDRESS KOMPUTER.
1. Klik START > RUN > ketik COMMAND atau CMD (Win XP) > enter
2. Akan tampil layar Command Prompt > ketik IPCONFIG /all > enter
3. Maka akan tampil informasi mengenai IP Address komputer yang sedang dipakai.
3.Melihat Koneksi Jaringan
PING (Packet Internet Gropher)
Bagaimana caranya untuk mengetahui apakah koneksi jaringa kita ke komputer lainnya dalam kondisi bagus ?
Berikut adalah langkah-langkah untuk mengetahui kualitas jaringan komputer kita.
1. Klik START > RUN > ketik COMMAND atau CMD (Win XP) > enter
2. Akan tampil layar Command Prompt > ketik PING ipaddress_tujuan > enter
3. Maka akan tampil informasi mengenai koneksi komputer kita ke komputer tujuan.

Ini adalah kemungkinan-kemungkinan hasil command PING :
1. “Refly from ip_tujuan: bytes=32 time<1ms TTL=64” dan 0% loss
=> artinya koneksi komputer kita ke komputer ip_tujuan bagus
2. “Request timed out” atau “Destination host unreacheble”
=> artinya tidak adanya koneksi ke komputer ip_tujuan bisa karena tidak satu kelas dan satu network ID atau kabel tidak terpasang
4.Konfigurasi IP Address
CASE 1 – IP Address dengan Class sama, Network ID berbeda
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok akan mengkonfigurasi IP Address komputernya dengan konfigurasi sebagai berikut :
Kelompok 1 : IP Address Class C : 192.168.1.x subnetmask 255.255.255.0
Kelompok 2 : IP Address Class C : 192.168.2.x subnetmask 255.255.255.0
Kelompok 3 : IP Address Class C : 192.168.3.x subnetmask 255.255.255.0
Kemudian lakukan pengujian koneksi jaringan dengan perintah PING ke IP tujuan.
Bagaimana hasilnya ?
CASE 2 – IP Address dengan Class berbeda
Masing-masing kelompok melakukan konfigurasi IP Address komputer sebagai berikut :
Kelompok 1 : IP Address Class A : 10.x.x.x subnetmask 255.0.0.0
Kelompok 2 : IP Address Class B : 172.16.x.x subnetmask 255.255.0.0
Kelompok 3 : IP Address Class C : 192.168.1.x subnetmask 255.255.255.0
Kemudian lakukan pengujian koneksi jaringan dengan perintah PING ke IP tujuan.
Bagaimana hasilnya ?
CASE 3 – IP Address dengan Class sama, Network ID sama
Masing-masing kelompok melakukan konfigurasi IP Address komputer sebagai berikut :
Kelompok 1 : IP Address Class C : 192.168.1.1 subnetmask 255.255.255.0
Kelompok 2 : IP Address Class C : 192.168.1.2 subnetmask 255.255.255.0
Kelompok 3 : IP Address Class C : 192.168.1.3 subnetmask 255.255.255.0

Sharing Printer

Semua komputer sudah terkoneksi dalam satu jaringan baik LAN kabel atau WiFi LAN atau gabungan keduanya.
  • Ada satu komputer yang digunakan sebagai Master (OPERATOR) yang terhubung langsung dengan printer yang dishare. Komputer Master harus dihidupkan setiap komputer lain (CLIENT) akan menggunakan printer. Pastikan driver printer sudah terinstall dengan baik pada komputer Master (Operator)

Beberapa langkah yang harus dilakukan :
1. Pengaturan pada Semua Komputer
Semua komputer harus memiliki workgroup yang sama. Untuk setting workgroup dapat dilakukan dengan cara, Masuk ke Control Panel –> System, pilih Tab Computer Name, isi computer name. Sesuaikan nama komputer dengan posisi komputer sebagai Client atau Operator. Selanjutnya isikan Workgroup yang sama untuk semua komputer.
2. Pengaturan pada Komputer Operator
Masuk Control Panel –> Devices and Printer –> Klik kanan –> pilih Printer Properties –> Centang Share this Printer –> OK
Kemudian klik ICON LAN Connection yang ada di Pojok kanan Bawah pada layar monitor :
Klik Open Network and Sharing Center dan akan keluar jendela Network and Sharing Center. Kemudian Klik Change Advance Sharing Setting
Selanjutnya pada jendela Advance sharing setting silahkan lakukan Centang bulatan dengan pilihan :
Turn on network discovery
Turn on file and printer sharing
Turn off password protection
Yang lainnya tetap Turn off
Jangan Lupa Klik Save Change
Pada kondisi seperti ini posisi printer sudah dalam keadaan share dan sudah siap dilakukan koneksi oleh komputer lain yang ingin menggunakan printer pada komputer Master.
3. Pengaturan pada Komputer Client
Klik ICON LAN Connection yang ada di Pojok kanan Bawah pada layar monitor
Klik Open Network and Sharing Center dan akan keluar jendela Network and Sharing Center.
Kemudian Klik Change Advance Sharing Setting yang ada dibagian kiri atas.
Lakukan Centang bulatan pada bagian Turn on network discovery –> Klik Save Change.
Setelah itu kita siap lakukan koneksi printer dengan cara Klik Start — > Devices and Printer –> kemudian lakukan Klik Kanan dan pilih Ad a Printer.
Pilih Ad a Network, wireless and Bluetooth Printer, saat itu juga komputer akan melakukan Searching Printer dan apabila berhasil akan muncul seperti di bawah ini :
Klik Next  –> Klik Next –> Next –> Klik Finish.
Kalau langkah Searching di atas gagal, dapat dilakukan secara manual melalui fasilitas Browse dan anda akan dituntun menuju ke Network dan tinggal dipilih Computer Name Master yang terpasang printer. Untuk memastikan keberhasilan cara sharing printer pada windows 7 anda dapat Klik Test Print Page sebelum Klik Finish.

Rabu, 14 Desember 2016

Memahami Perangkat Keras Jaringan Komputer

Pada dasarnya perangkat keras jaringan komputer memiliki hubungan yang sangat erat dengan jaringan komputer. Sederhananya, perangkat keras jaringan komputer merupakan salah satu faktor utama yang menjadi dasar dari terciptanya sebuah jaringan komputer itu sendiri.
Dengan adanya pembahasan ini, kami harap Anda dapat memahami apa itu definisi perangkat keras jaringan komputer secara lebih mendalam. Serta di saat yang sama juga dapat mengetahui apa saja fungsi dari perangkat keras jaringan komputer terhadap kehidupan manusia modern saat ini.

PENGERTIAN PERANGKAT KERAS JARINGAN KOMPUTER MENURUT PARA AHLI

Gambar-Pengertian-Perangkat-Keras-Jaringan-Komputer-Menurut-Para-Ahli
Sebelum kita mengulas pengertian perangkat keras jaringan komputer lebih jauh, ada baiknya jika kita lihat dulu bagaimana pendapat para ahli yang sudah melakukan segenap penelitian mendalam terhadap perangkas keras dalam jaringan komputer.
Berikut ini beberapa pengertian perangkat keras jaringan komputer menurut para ahli :
  • Perangkat keras jaringan komputer adalah alat-alat yang digunakan untuk menghubungkan komputer ke komputer lainnya dalam jaringan untuk tujuan berbagi data, berbagi informasi dan juga berbagi peripheral dalam jaringan.
  • Perangkat keras jaringan komputer merupakan sekumpulan perangkat yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih komputer dalam jaringan komputer agar setiap komputer yang terhubung dapat saling berbagi informasi dan fungsi.
  • Pengertian perangkat keras jaringan komputer adalah beberapa perangkat penting yang harus digunakan untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya.
  • Perangkat keras dalam jaringan komputer merupakan peralatan-peralatan yang digunakan untuk menghubungkan komputer dengan sebuah jaringan komputer.
  • Perangkat keras jaringan komputer merupakan peralatan yang digunakan untuk keperluan jaringan komputer, dimana tiap-tiap peralatan tersebut mempunyai fungsi dan tugas yang berbeda-beda.

PENGERTIAN PERANGKAT KERAS JARINGAN KOMPUTER SECARA UMUM

Gambar-Pengertian-Perangkat-Keras-Jaringan-Komputer-Secara-Umum
Dengan berbekal beberapa pengertian perangkat keras jaringan komputer yang telah dikemukakan oleh para ahli di atas, bisa kita tarik kesimpulan yang kurang-lebih adalah sebagai berikut :
Pengertian perangkat keras jaringan komputer secara umum yaitu : Sekumpulan alat berupa perangkat keras yang memiliki fungsi dan tugas berbeda-beda, yang mana digunakan sebagai media untuk menghubungkan beberapa komputer sekaligus demi keperluan jaringan komputer. Lalu dengan adanya koneksi yang terbentuk antara satu komputer dengan komputer lainnya maka memungkinkan terjadinya beberapa proses seperti berbagi data, berbagi informasi, berbagi sumber daya (resource), dan berbagi beberapa fungsi lainnya.

FUNGSI PERANGKAT KERAS JARINGAN KOMPUTER

Gambar-Fungsi-Perangkat-Keras-Jaringan-Komputer
Sesuai dengan pengertian dari perangkat keras jaringan komputer seperti yang telah kami sebutkan di atas. Adapun fungsi perangkat keras jaringan komputer yaitu untuk menghubungkan beberapa komputer sekaligus agar tercipta koneksi yang terbentuk di dalam sebuah jaringan.
Tentu saja konsep menghubungkan komputer dalam sebuah jaringan ditujukan sebagai upaya untuk mempermudah pengguna komputer, dari yang awalnya hanya bisa bekerja secara individual atau sendiri-sendiri, menjadi sebuah aktivitas yang dapat dilakukan secara bersama-sama.
Kemudian dengan adanya fakta bahwa beberapa komputer saling terhubung satu sama lain, maka fungsi perangkat keras jaringan komputer berikutnya yaitu sebagai solusi untuk berbagi banyak hal antar sesama pengguna komputer yang berada di dalam satu jaringan, sehingga memberi nilai efisiensi yang tinggi dalam penggunaan komputer.
Adapun beberapa hal yang dapat dibagi antar sesama pengguna komputer dengan adanya perangkat keras jaringan komputer yaitu :

1. Berbagi Data & Informasi

Salah satu fungsi perangkat keras jaringan komputer yaitu memungkinkan terjadinya aktivitas saling berbagi data dan informasi antar satu pengguna komputer dan pengguna komputer lainnya meski tidak berjarak saling berdekatan sekalipun. Beberapa data dan informasi seperti dokumen teks, dokumen digital, data gambar dan video, data multimedia atau audio, data sistem dan lain-lain dapat dengan mudah dikirim dari satu komputer ke komputer lainnya yang berada di dalam jaringan. Denga begitu maka tak perlu lagi repot-repot melakukannya secara manual, karena semua aktivitas yang melibatkan pengiriman atau pemindahan data ataupun informasi dapat dilakukan dengan praktis tanpa perlu beranjak dari tempat duduk.

2. Berbagi Sumber Daya (Resource)

Fungsi perangkat keras jaringan komputer berikutnya adalah sebagai cara untuk menghubungkan beberapa komputer sekaliggus sehingga memungkinkan terjadinya aktivitas saling berbagi resource atau sumber daya. Salah satu sumber daya yang bisa digunakan secara bersama-sama antar pengguna komputer yang satu dengan pengguna komputer lainnya dalam suatu jaringan adalah hardware alias perangkat keras seperti pemakaian harddisk dan printer.
Sebagai contoh, sebuah kantor yang menggunakan perangkat keras jaringan komputer untuk menghubungkan beberapa komputer milik para karyawannya tentu mendapat keuntungan yang lebih baik ketika ingin mencetak file dengan printer, ketimbang kantor yang tidak menggunakan perangkat keras jaringan komputer sama sekali. Pasalnya kantor yang menggunakan perangkat keras jaringan komputer hanya cukup memiliki satu printer saja untuk digunakan secara bersama-sama, sementara kantor yang tidak menggunakan perangkat keras jaringan komputer terpaksa harus membeli banyak printer sekaligus untuk beberapa komputer yang bekerja secara individual.
Dari sebuah contoh sederhana di atas, sangat terlihat bagaimana perangkat keras jaringan komputer dapat memberi manfaat yang begitu besar bagi pengguna komputer kebanyakan. Padahal faktanya masih banyak sekali sumber daya lainnya yang bisa digunakan bersama-sama selama komputer-komputer dapat terhubung dalam sebuah koneksi berkat adanya perangkat keras jaringan komputer.
Demikian penjelasan tentang Pengertian Perangkat Keras Jaringan Komputer dan Fungsinya ala teknodaily.com kali ini. Semoga dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi Anda semua.

Prosedur Pengujian Hasil Perakitan

Pengujian setelah selesai merakit komputer

 Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
    Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
    Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
    Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
    Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.

   

1. Kerusakan, Bunyi Beep panjang berulang kali
    Apabila indikasinya adalah bunyi beep panjang pada saat melakukan boot (hidupkan) komputer dan lampu power monitor serta lampu power CPU sudah dalam keadaan ON namun pada monitor tidak bisa menampilkan gambar atau tidak muncul apa-apa (blank screen), maka sudah dapat dipastikan bahwa ada masalah yang terjadi pada memori komputer (RAM). Atau Kerusakan/kesalahan Pada DRAM, DRAM tidak terpasang dengan benar, atau DRAM tidak kompatibel dengan mainboard,perhatikan pci pada DRAM yang di pasang. Solusi untuk kerusakan ini yaitu sebagai berikut. Untuk mengatasi masalah seperti bunyi beep panjang tersebut maka perlu dilakukan pembongkaran CPU (Central Processing Unit) untuk membersihkan kuningan pada kepingmasalah yang terjadi pada memori komputer (RAM). Atau Kerusakan/kesalahan Pada DRAM, DRAM tidak terpasang dengan benar, atau DRAM tidak kompatibel dengan mainboard,perhatikan pci pada DRAM yang di pasang. Solusi untuk kerusakan ini yaitu sebagai berikut. Untuk mengatasi masalah seperti bunyi beep panjang tersebut maka perlu dilakukan pembongkaran CPU (Central Processing Unit) untuk membersihkan kuningan pada keping memori atau dapat juga dengan mengganti memori lama dengan memori yang baru.
    2. Kerusakan, Bunyi Beep panjang diikuti dengan bunyi pendek
    Dari mendengar bunyi yang dihasilkan berupa bunyi beep panjang dan pendek serta pada monitor tidak menampilkan apa-apa, biasanya kerusakan terjadi pada display adapter, lebih sering disebut VGA card, baik .Solusinya yaitu apabila terjadi kerusakan pada VGA card maka tindakan penyelamatan adalah melakukan pembersihan pada VGA card tepatnya pada bagian kuningan yang terkoneksi ke mainboard apabila menggunakan VGA card Not Onboard. Apabila menggunakan VGA Card On Board maka caranya harus memasang sebuah VGA pengganti pada slot VGA yang tersedia baik pada slot PCI, AGP atu PCI Express.
    Selain Itu, Untuk mengetahui jenis kerusakan atau permasalahan yang sering terjadi pada komputer ketika dinyalakan, dapat dikenali melalui bunyi beep yang muncul pada speaker mainboard pada saat pertama kali komputer dihidupkan.
    Dengan mengenal bunyi beep pada tiap motherboard kita dapat mengetahui kerusakan atau masalah pada motherboard. Diantaranya :

    Mainboard dengan BIOS Award dan BIOS Phoenix :
    -        Bunyi beep pendek 1 kali : Sistem Normal.
    -        Bunyi beep pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada CMOS.
    -        Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali : Kerusakan/kesalahan pada DRAM/ram atau terjadi short ram.
    -        Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada VGA Card/sering terjadi bila menggunakan vga onboard.
    -        Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali : Kerusakan/kesalahan pada keyboard atau pada VGA Card,sering ditandai dengan tidak menyalanya lampu led pada keyboard.
    -        Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali : Kerusakan/kesalahan pada ROM
    -        Bunyi beep panjang berkali-kali : Kerusakan/kesalahan Pada DRAM, DRAM tidak terpasang dengan benar, atau DRAM tidak kompatibel dengan mainboard,perhatikan pci pada DRAM yang di pasang
    -        Bunyi beep pendek berkali-kali : Tenaga pada power supply tidak cukup, segera ganti power supply atau periksa kabel-kabel power supply.

    Mainboard dengan BIOS AMI :
    -        Tidak ada bunyi beep : Kerusakan/kesalahan pada mainboard, powersupply, atau speaker internal.
    -        Bunyi beep pendek 1 kali : Sistem normal.
    -        Bunyi beep pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada DRAM.
    -        Bunyi beep pendek 3 kali : Kerusakan/kesalahan yang sama dengan bunyi bip pendek 2 kali.
    -        Bunyi beep pendek 4 kali : Kesalahan tanggal dan waktu pada sistem.
    -        Bunyi beep pendek 5 kali : Kerusakan pada prosesor/mainboard.
    -        Bunyi beep pendek 6 kali : Kerusakan/kesalahan pada keyboard.
    -        Bunyi beep pendek 7 kali : Kerusakan/kesalahan yang sama dengan bunyi bip pendek 5 kali.
    -        Bunyi beep pendek 8 kali : Kerusakan/kesalahan pada VGA.
    -        Bunyi beep pendek 9 kali : Kesalahan pada saat checksum rom.
    -        Bunyi beep pendek 10 kali : Kerusakan/kesalahan pada CMOS.
    -        Bunyi beep pendek 11 kali : Kerusakan/kesalahan pada Cache Memory.
    -        Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali : Kesalahan pada saat memory test.
    -        Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 8 kali : Kesalah pada saat pengecekan VGA.
    Tipe AMI BIOS :
    -        1x suara BEEP panjang
    Ada kemungkinan RAM mati atau terpasang tidak benar, sehingga menyebabkan kegagalan refresh DRAM.
    -        2x
    Kegagalan rangkaian parity. Pada saat data yang ditransmisikan dalam komputer, biasanya ditambahkan parity bit yang berfungsi untuk mendeteksi error. Pekerjaan ini dilakukan rangkaian parity yang terdapat dalam komputer. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya masalah pada memori atau mainboard.
    -        3x
    Kegagalan base memori 64K, kegagalan ini biasanya disebabkan slot memori yang dikelompokkan dalam modul yang memiliki chip rusak. Base memori 64K adalah 64 KB memori yang pertama pada RAM.
    -        4x
    Kegagalan sistem timer, kemungkinan terdapat kesalahan pada satu atau lebih timer yang digunakan untuk mengontrol fungsi-fungsi pada motherboard.
    -        5x
    Kegagalan processor, dapat disebabkan panas berlebih, atau karena proses tidak terpasang benar kedalam socketnya.
    -        6x
    Kegagalan keyboar controller/gate A20, keyboard controller adalah chip pada motherboard yang mengendalikan keyboard anda
    -        7x
    kesalahan pembacaan processor kemungkinan adanya kerusakan pada processor
    -        8x
    kesalahan baca/tulis memory display
    -        9x
    Kerusakan BIOS
    -        10x
    Kesalahan CMOS
    -        11x
    Kerusakan cache memori

    Semua type Motherboard
    -        kalau ada Bunyi Beeb pendek 1 x , itu tandanya komputer baik-baik saja
    -        2.kalau bunyi Beep… panjang 1x, masalah pada Hardisk.
    -        3. Beep.. panjang 1x trus Beeb pndek 1x, Motherboardnya bermasalah.
    -        4.Beeb.. panjang 1x terus Beeb pendek 2x, VGAnya bermasalah.
    -        5. Beep Panjang 3x, Keyboardnya error
    -        6.Beep, Beep (pendek) terus2an, coba periksa Power supplynya
    -        7.Beep… Panjang terus2an, berarti ada masalah pada Memorinya.

    3. Kerusakan, Bunyi Seperti Detak Jarum Jam
    Apabila terdengar bunyi seperti detak jarum jam dinding/jm weker namun terasa lebih keras dibandingkan dengan detak jarum jam, diperkirakan sudah terjadi masalah pada media penyimpan data (storage device) yaitu harddisk, namun komputer berjalan dengan baik hanya sedikit melambat.untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi yaitu dengan solusi berikut apabila kerusakan komputer dengan tanda-tanda seperti di atas, maka anda harus waspada terhadap data-data anda yang tersimpan di dalam harddisk karena tanda di atas menjukkan ada kerusakan pada harddisk komputer anda, segeralah melakukan back up data anda ke media lain seperti hard disk lain atau ke cd (compact disk).